Kamis, 20 Oktober 2016

Tugas 2 - Psikologi Manajemen

A. Pengorganisasian Struktur Manajemen 
     1. Pengertian Struktur Organisasi 
       Struktur organisasi adalah kesesuaian pembagian pekerjaan antara struktur dan fungsi, dimana terjadi penumpukan atau kekosongan pelaksanaan pekerjaan, dan ada tidaknya hubungan dan urutan diantara unit-unit kerja yang ada. 
         Struktur Organisasi adalah serangkaian hubungan diantara individu-individu didalam kelompok, kemudian struktur tersebut dilukiskan dalam bagan organisasi atau diagram yang memperlihatkan garis besar hubungan tersebut menurut fungsi-fungsi didalam usaha, arus tanggung jawab, dan wewenang. 

     2. Fungsi Manajemen
Fungsi-fungsi manajemen pokok, yaitu:
1.  Perencanaan (planning) adalah fungsi manajemen yang berkaitan dengan penyususnan tujuan dan menjabarkannya dalam bentuk perencanaan untuk mencapai tujuan tersebut.
2. Pengorganisasian (organizing) adalah fungsi manajemen yang berkaitan dengan pengelompokkan personel dan tugasnya untuk menjalankan pekerjaan sesuai tugas dan misinya.
3.    Pengaturan personel (staffing) adalah fungsi manajemen yang berkaitan dengan kegiatan bimbingan dan pengaturan kerja personel unit masing-masing manajemen sampai pada kegiatan seperti seleksi, penempatan, pelatihan, pengembangan, dan kompensasi, sebagai bagian bantuan dari unit pada unit personalia organisasi dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
4. Pengarahan (directing) adalah fungsi manajemen yang berkaitan dengan kegiatan melakukan pengarahan-pengarahan, tugas-tugas, dan instruksi.

5.      Pengawasan (controlling) adalah kegiatan manajemen yang berkaitan dengan pemeriksaan untuk menentukan apakah pelaksaaannya sudah dikerjakan sesuai perencanaan, sudah sampai sejauh mana kemampuan yang sudah dicapai, dan perecanaan yang belum mencapai kemajuan, serta melakukan koreksi bagi perencanaan yang belum terselesaikan sesuai rencana.  

    
     3. Manfaat Struktur Fungsional dan Divisional
Struktur Fungsional 
1.  Untuk menjalankan bisnis dibagi grup-grup “fungsional” yang terpisah dengan mengoordinasikan prosedur formal guna dan menghasilkan produk dan jasa dari bisnis tersebut.
2.   Membagi tugas kedalam bidang-bidang fungsional yang khusus memungkinkan para karyawan perusahaan untuk berkonsentrasi hanya pada satu aspek dari perkejaan yang dibutuhkan.

3.      Keahlian teknis baru dan mengembangkan tingkat efisiensi yang tinggi. 

Struktur Divisonal 
1.      Keputusan lebih cepat
2.      Lebih mudah untuk menilai prestasi kerja
3.   Lebih terfokus pada produk, pasar, dan tanggapan cepat terhadap perubahan.

     4. Kerugian Struktur Fungsional dan Divisional
Kerugian Struktur Fungsional 
1.     Pekerjaan seringkali sangat membosankan
2.   Sulit mengadakan perpindahan karyawan dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialis sendiri saja.

3. Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dilakukan 

Kerugian Strukrur Divisional
1.     Mengakibatkan turunnya komunikasi antara spesialisasi fungsional
2.     Sangat potensial untuk menimbulkan persaingan antar divisi

3.     Pendelegasian yang besar dapat menimbulkan masalah.

     5. Kasus Organisasi 
Ketakutan Apple Inc.
Pencinta smartphone tentu sangat mengenal nama perusahaan Apple Inc. yang merupakan perusahaan milik Steve Jobs. Nama Apple Inc. memudar seiring perang teknologi yang digampur oleh produsen asal Asia yang jauh lebih gesit dibandingkan produk Apple. Produk Apple memang dianggap salah satu produk yang punya daya tarik tersendiri, namun terlepas dari fenomena kepopuleran Apple di kalangan banyak orang produk ini tetap jadi tidak bernilai jika diukur dengan harga saing. Produk Apple yang dijual jauh lebih mahal dari produk produsen lain tak lebih dari menjual nama besar perusahaan Apple Inc. serta komponen pendukung produk mereka yang masih disupport oleh perusahaan lain, sebut saja Samsung. Berbagai kebutuhan produk Apple disuplay oleh Samsung yang merupakan lawan main kelas kakap dari Asia, contoh saja untuk layar iPad maupun iPhone milik Apple Inc. yang LCDnya tak lain produksi Samsung dan beberapa komponen lain termasuk "otak" dalam menjalankan iPad maupun iPhone. Dalam hal ini tentu Apple Inc. tidak bisa berbangga sebagai produk mewah, karena tanpa bantuan Asia  maka produknya bukan apa-apa semenjak awal kemunculannya. Puncak permasalahan muncul saat Samsung terjun ke kancah smartphone dan tablet. Keresahan ini terlihat sangat jelas dan Apple Inc. jadi goyah sebagai produk populer dan pelopor. Serangan produk Samsung sangat gencar di ranah teknologi, apalagi berkat dukungan Google yang meluncurkan sistem operasi Android yang sekarang menjadi nomor satu di dunia. Apple dengan produk mahalnya semakin tergerus dan tak bernilai jika dibandingkan dengan produk-produk lain dari Asia, sebut saja dari Samsung, HTC, Sony, Lenovo, Huawe, sekarang ada Oppo, yang melahirkan smartphone kelas atas jauh lebih bagus dan memiliki kecepatan tingkat tinggi dibandingkan iPhone. Ada Samsung dengan Galaxy S4, HTC One, Sony Experia, Huawe Accend, Oppo 5, dan sederetan produk lain yang jika dinilai jauh meninggalkan iPhone 5, apalagi produk beroperasi Android tersebut dijual dengan harga lebih murah dibandingkan iPhone 5. Lantas, apa yang bisa dibanggakan Apple Inc.? Kepopuleran mereka sudah terjung payung semenjak mereka tidak bisa menciptakan produk berkualitas lagi dan sibuk dengan perang paten. Di sinilah nama Apple menjadi sebuah perusahaan yang memiliki tingkat monopoli tinggi, termasuk di Amerika Serikat. Apple seakan mengesampingkan kreativitas dan menciptakan produk baru dengan cara berperang paten. Sampai kapan mereka akan bertahan? Tentu saja setelah paten itu usai, produsen lain tentu akan mencari cara lain agar tidak menggunakan software yang sudah dipatenkan Apple. Contohnya cukup nyata, Samsung terus menggempur dengan berbagai merek Galaxy low end dan high end, demikian juga dengan HTC, Sony dan lain-lain. Wajar saja Asia bisa mendominasi pasar smartphone global karena mereka tidak sibuk dengan paten, melainkan terus berkreasi. Salahkah Apple Inc. melancarkan serangan paten? Tentu saja tidak. Itu buah pemikiran mereka. Hanya saja belakangan Apple Inc. seakan sudah tidak ada jurus lagi melawan gempuran produsen Asia. Apple sudah kehilangan arah untuk menghadirkan inovasi lain selain perang paten. Ujung-ujungnya jika smartphone lain menggunakan paten mereka maka harus membayar royalti atau dicekal, namun pihak pemilik smartphone lebih memilih berkreasi dari pada menggunakan paten Apple. Belakangan, perang paten yang dimenangkan oleh Apple Inc. di Amerika Serikat cukup mencengangkan. Apalagi menangnya Apple Inc. bukan berkat hebatnya mereka sendiri melainkan karena hak veto Obama. Inilah yang dinamakan anak manja, tidak bisa menyelesaikan masalah sendiri malah bermain diketiak orang tua. Rasanya, bukan Samsung saja yang kecewa namun semua pihak cukup kecewa akibat ulah Apple Inc. yang berlebihan. Serangan Apple Inc. terhadap Samsung seakan seperti anak tidak berbudi pada orang tua, Samsung sudah mensuplay semua kebutuhan Apple Inc. untuk iPad dan iPhone. Dan menurut data ITC kedua belah pihak pun terlibat sama-sama melanggar paten, kecewanya Obama malah memvote ke Apple bukan bersikap netral. Akibatnya, Apple yang manja akan terus berlagak sok gaya dengan perang paten dan terus tertinggal dalam berinovasi. Lucunya, belum usai masalah di ranah hukum lagi-lagi Apple butuh bantuan Samsung untuk menghidupkan iPad mereka dengan LCD buatan Samsung. Serangan Apple ke Samsung seakan menegaskan bahwa ketidakmampuan Apple melawan Google. Samsung hanya menciptakan smartphone dan beberapa software, selebihnya sistem Android tetap ditangan Google. Melawan Google tentu Apple akan kalah saing, baru membuang Google Maps saja dari iPhone 5 sudah dicerca seluruh dunia. Ketangguhan Google belum mampu digoyahkan, walaupun Apple berusaha dengan harga mahal dan berlomba meraih simpati masyarakat. Google dikenal oleh banyak kalangan, bahkan di kampung saja Google bisa diakses dengan mudah. Produk iPhone yang mahal dan sekarang terkesan biasa-biasa saja malah tidak pernah terdengar gaungnya, padahalnya iPhone sudah lama berjaya sedangkan Android baru saja berkarya. Produk Android banyak dijumpai di berbagai daerah, dan produk Apple tidaklah demikian. Bicara kualitas, mulai dari kamera, LCD (Apple masih tergantung pada Samsung dan beberapa vendor lain), suara, dan lain-lain, produsen smartphone Asia malah jauh lebih bagus dibandingkan Apple dan banyak pilihan. Rasanya, kesombongan Apple tidak lama lagi akan luntur dan tinggalkan segelintir orang saja yang akan menggunakan produk mereka. Mengingat sistem Android semakin meraja dengan berbagai pilihan dan harga.

SARAN:
Struktur Organisasi Fungsional:
Masalah yang terjadi dengan Apple Inc. ini memang sangat kompleks, jika dilihat dari sudut pandang fungsional, Apple seharusnya lebih bisa berkreasi dengan fitur-fitur smartphone yang dibutuhkan oleh pasar dunia yang kini telah dikusai oleh Samsung dari Asia. Pertimbangan akan produk, pelanggan, dan teknologi menentukan identitas dari bagian-bagian dari struktur fungsional. Apple perlu juga membagi karyawan mereka dalam bidang-bidang spesialisasi mereka agar mereka dapat menciptakan inovasi yang lebih baik untuk smartphone Apple kedepannya.

Struktur Organisasi Divisional:

Sebaiknya, membagi karyawan Apple ke dalam divisi dalam tingkatan spesialisasi mereka, sehingga Apple dapat menggabungkan teknologi-teknologi yang lebih baik dalam pembuatan Smartphone Apple sehingga Apple tidak perlu bergantung pada Samsung dalam pembuatan LCD atau material yang mereka butuhkan baik software maupun hardware untuk produk Apple yang mereka rancang. Hal ini dapat meningkatkan minat konsumen terhadap produk Apple yang apabila diperbaiki secara maksimal. 

B. Actuating dalam Manajemen 
     1. Pengertian Actuating dalam Manajemen
Actuating (pelaksanaan) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manejerial dan usaha-usaha organisasi. Actuating adalah pelaksanaan untuk bekerja. Untuk melaksanakan secara fisik kegiatan dari aktivitas tersebut, maka pimpinan mengambil tindakan-tindakannya kearah itu.
     2. Pentingnya Actuating dalam Manajemen
Fungsi Actuating dalam manajemen sesungguhnya adalah mengarahkan kegiatan karyawan dalam melaksanakan tugas-tugas, agar menjadi lebih baik dalam meningkatkan kinerja karyawan serta memberikan instruksi dari atasan terhadap karyawan untuk mengambil tindakan-tindakan yang lebih tepat.
     3. Prinsip Actuating dalam Manajemen
Manusia dengan berbagai tingkah lakunya yang berbeda-beda. Ada beberapa prinsip yang dilakukan oleh pimpinan perusahan dalam melakukan actuating, yaitu :
a.   Prinsip mengarah pada tujuan: Tujuan pokok dari pengarahan nampak pada prinsip yang menyatakan bahwa makin efektifnya proses pengarahan, akan semakin besar sumbangan bawahan terhadap usaha mencapai tujuan.artinya dalam melaksanakan fungsi pengarahan perlu mendapatkan dukungan/bantuan dari factor-faktor lain seperti: perencanaan, struktur organisasi, tenaga kerja yang cukup, pengawasan yang efektif dan kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan bawahan.
b.  Prinsip keharmonisan dengan tujuan: Orang-orang bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang mungkn tidak mungkin sama dengan tujuan perusahaan. Semua ini dipengaruhi oleh motivasi masing-masing individu. Motivasi yang baik akan mendorong orang-orang untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara yang wajar.
c.  Prinsip kesatuan komando: Prinsip kesatuan komando ini sangat penting untuk menyatukan arah tujuan dan tangggung jawab para bawahan. Bilamana para bawahan hanya memiliki satu jalur didalam melaporkan segala kegiatannya. 




Daftar Pustaka
Tangkilisan, Hessel.(2005). Manajemen Publik. Jakarta: PT.Grasindo.
Wiwoho, Ardjuno.(2008). Pengetahuan Tata Hidang. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Amsyah, Zulkifli.(2005). Manajemen Sistem Informasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Pearce, John., dan Robinson, Richard.(2008). Manajemen Strategis 1 (ed.10). Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Suyanto, M.(2007). Perusahaan yang Paling di Kagumi Dunia. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET.






























































Tidak ada komentar:

Posting Komentar