Sabtu, 06 Desember 2014

RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR KELOMPOK 5

Manusia dan Penderitaaan
Pengertian penderitaan
Penderitaan berasal dari kata dhra yaitu menahan atau menanggung yang berasal dari Bahasa Sansekerta. Penderitaan mengandung arti menanggung atau menahan sesuatu yang tidak menyenangkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penderitaan itu adalah faktor internal dan faktor eksternal. Ekternal datangnya dari luar diri manusia sedangkan internal dari dalam diri manusia, faktor eksternal dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu eksternal murni dan eksternal tidak murni. Eksternal murni adalah penyebab yang benar-benar berasal dari luar diri manusia yang bersangkutan.

Hubungan Manusia dengan Penderitaan
a. Siksaan
Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan fisik maupun psikologis, yang sengaja dilakukan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme.
b. Penderitaan yang timbul akibat Bencana Alam
Penderitaan timbul akibat alam, namun bias juga dihubungkan karena ulah manusia sebagai contoh penderitaan adalah bencana banjir dan tanah longsor.

Penderitaan dan Perjuangan
Penderitaan pasti pernah dialami oleh setiap individu. Namun, jika individu tersebut tudak mencoba berjuang untuk bangkit dari keterpurukan, hanya depresi dan ketakutan yang akan terus dirasakan. Tetapi jika ingin berjuang untuk bangkit dari keterpurukan atau tidak, itu tergantung dari yang mengalami penderitaan itu sendiri. Walaupun tidak mudah nagkit pasti akan dapat terlepas dari dampak penderitaan tersebut.

Apa saja Pengaruh Terjadinya Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang diperoleh dapat berupa sikap yang positif maupun sikap yang negatif. Sikap positif adalah sikap yang optimis mengatasi penderitaan hidup. Sedangkan sikap negatif adalah sikap pesimis dalam mengatasi penderitaan yang telah dialaminya.
Siksaan bersifat psikis :
1. Kebimbangan
2. Ketakutan
3. Kesepian

 F. Kekalutan mental
Kekalutan mental adalah gangguan jiwa. Gejalanya :
1. Jasmani sering merasakan pusing, sesak nafas, nyeri pada lambung.
2. Jiwanya terasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.

Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1.  Nampak pada jasmani maupun rohani.
2.  Usaha untuk mempertahankan diri dengan cara yang negatif.

Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1.  Pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan.
2. Terjadi konflik sosial budaya.
3. Kepribadian yang lemah.

Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. Orang yang terlalu mengejar materi
2. Anak-anak usia muda.
3. Wanita
4. Kota-kota besar
5. Kurang iman

Bagaimana Cara Mengatasi Penderitaan
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup. Bahwa manusia ditakdirkan hidup bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga untuk menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, melainkan harus berusaha mengatasi kesulitan hidup. Jika ingin berjuang untuk bangkit dari keterpurukan atau tidak, itu tergantung dari yang mengalami penderitaan itu sendiri. Walaupun tidak mudah untuk bangkit dari penderitaan, namun jika terus berjuang, terus mencoba untuk bangkit pasti akan dapat terlepas dari dampak penderitaan tersebut.

Sebab-sebab Terjadinya Penderitaan :
a. Penderitaan yang timbul akibat penyakit, siksaan/azab Tuhan.
b. Penderitaan yang timbul akibat perbuatan buruk manusia.



Jumat, 28 November 2014

RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR KELOMPOK 4

N I L A I  E S T E T I K
Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Masalahnya sekarang ialah : apakah nilai estetik itu? dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti kebethargaan (worth) atau kebaikan (goodness).
Nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan obyektif, Tetapi penggolongan yang penting ialah:
1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.
Teori estetika keindahan menurut Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art” dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu bersifat subjektif adanya,  yakni karena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri.
2. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan bersifat objektif adanya, yakni karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek.
3. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi.

D.   Hubungan Manusia dengan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga kita perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan identik dengan kebenaran. Karena itu hanya tiruan lukisan Monalisa yang tidak indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep dalam seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.
Manusia yang menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman  keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.

E.   Cara untuk Mengetahui Suatu Keindahan
1. Renungan
Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu sarna lain berbeda, meskipun obyek yang direnungkan sama, lebih pula apabila obyek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek. 
Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah:

A.  TEORI PENGUNGKAPAN
Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” (seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.

B.  TEORI METAFISIK
Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dan teori seni.

C.  TEORI PSIKOLOGIS
Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Misalnya berdasaikan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman.

2. Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi, dari kata dasar rasi artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok sesuai atau kena mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang.
Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ahli berpendapat bahwa keindahan ialah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal.

3.Kehalusan
Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik budi bahasanya, beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus.
Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang-orang yang sedang emosi, bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yang sedang bermusuhan. Oleh karena itu kehalusan dapat menunjukan nilai keindahan seseorang dan sikap kasar bisa mengurangi nilai keindahan dari seseorang.

4. Kontemplasi dan Ekstansi
Kontemplasi adalah suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai makna, manfaat, dan tujuan, atau niat hasil penciptaan.



RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR KELOMPOK 3

PENGERTIAN CINTA KASIH

Cinta kasih adalah perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Dengan denikian dua kata cinta dan kasih memiliki arti tersendiri. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih bersumber dari cinta yang mendalam. Cinta sendiri member arti memiliki peranan penting dalam suatu kehidupan, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan. Cinta juga bisa diartikan dalam arti lain yaitu pengikat yang kokoh antara manusia dan tuhannya sehingga manusia menyembah tuhan dengan ikhlas, dan mematuhi perintahnya.
Dalam buku seni mencintai karya Erich Fromm bahwa cinta itu memberi, bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan, dan yang terpenting dalam hal member adalah yang manusiawi. Kalau diamati secara seksama bahwasanya dalam hal cinta sudah sepatutnya kita memberi, memeberi disini maksudnya adalah semua yang ada pada kita dan dia sedang membutuhkan kita maka kita akan selalu ada untuknya. Dengan kata lain saling membutuhkan satu sama lain
Cinta adalah makna yang tersirat dalam hati, sedangkan kasih makna yang tersurat dalam perbuatan, karena kasih lebih memiliki arti rasa belas kasihan dan rasa ingin melindungi. Dengan adanya kasih cintapun semakin sempurna. Karena kata cinta dan kasih tidak bisa dipisahkan. Rasa saling membutuhkan, rasa saling memiliki, dan rasa saling mengasihi. Semuanya ada pada diri manusia yang memiliki rasa cinta dan kasih.

CINTA MENURUT AJARAN AGAMA

Cinta Menurut Agama Islam

Cinta secara bahasa merupakan perasaan suka sekali dan senang sekali. Cinta secara istilah merupakan rasa kasih sayang yang muncul dari lubuk hati yang terdalam untuk rela berkorban, tanpa mengharap imbalan apapun, dan dari siapapun kecuali imbalan yang datang dan diridhai Allah.
Hal tersebut telah di jelaskan di dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat ke 24 yang artinya :
“Jika bapa-bapa(pembesar dan nenek moyang), anak-anak, saudara-saudara,istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cinta daripada Allah dan Rasul-NYA dan dari berjihad di jalan-NYA, Maka tunggulaah sampai Allah mendatangkan keputusan (azab)-NYA, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” (Q.S At-Taubah,9:24)

 Cinta Menurut Agama Hindu

Agama Hindu adalah agama Wahyu dan agama alami. Oleh karena itu, ia adalah agama Cinta Kasih. Agama yang amat luwes, agama yang berdasarkan pada Cinta Kasih, agama yang memiliki tujuan Cinta Kasih, dan juga agama yang dijalankan di dalam Cinta Kasih. Agama Hindu amat mementingkan pengembangan cinta kasih bukan hanya kepada sesama umat manusia tetapi kepada sesama makhluk hidup. Cinta kasih kepada sesama anggota keluarga, kepada sesama umat manusia tidak dipandang sebaga cinta kasih yang istimewa. Kesadaran bahwa seluruh dunia adalah sebuah keluarga besar sangat membantu orang untuk mengembangkan cinta kasih universal ini.

KASIH SAYANG
Kasih sayang adalah satu istilah yang konotatif, dan tidak denotatif. Akan tetapi ia tidak akan muncul dan berkembang tanpa adanya kehendak sesuatu pihak yang memberikannya. Sebelum kita memberi kasih sayang kepada orang lain, sayangilah diri anda sendiri terlebih dahulu dengan mencerminkan akhlak dan moral yang baik.

KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata dasar 'mesra', yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan bakatnya.

BELAS KASIHAN
Belas kasih adalah kebajikan di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian 

CINTA KASIH EROTIS
Cinta erotis adalah kehausan akan penyatuan sempurna akan penyatuan dengan yang lainnya. Keinginan untuk bersatu dan berteman dengan lawan jenis, untuk menghilangkan sepi atau untuk menenangkan suatu naluri seksual.  Cinta ini terjadi antara dua orang anak manusia berlainan jenis, yang ingin menyatukan diri mereka untuk mengisi kekosongan hidup dan sebagai teman hidup dalam mengarungi bahtera kehidupan.




Jumat, 31 Oktober 2014



Raffaele Garofalo

Lahir                : Naples , 18 November 1851
Meninggal       : Naples, 18 April 1934
Bidang            : Kriminolog
Kebangsaan     : Italia
Pendidikan      : Universitas Naples




Hukum Garofalo tentang adaptasi mengikuti prinsip biologis Charles Darwin dalam hal adaptasi dan penghapusan mereka yang tidak mampu beradaptasi dalam semacam seleksi alam sosial. Akibatnya ia menyarankan
  1. Kematian bagi mereka yang tindak pidana tumbuh dari anomali psikologis permanen, membuat mereka tidak mampu kehidupan sosial.
  2. Eliminasi parsial atau penjara lama waktu bagi mereka yang hanya cocok untuk kehidupan gerombolan nomaden atau suku-suku primitif dan
  3. Ditegakkan reparasi pada bagian dari mereka yang tidak memiliki sentimen altruistik tetapi yang telah melakukan kejahatan mereka di bawah tekanan dari keadaan luar biasa dan tidak mungkin untuk melakukannya lagi.
Garofalo juga termasuk positivisme Lombroso.Moral anomalies theory (teori keganjilan-keganjilan moral) menyatakan bahwakejahata-kejahatan alamiah (natural crimes) dite,ukan di seluruh masyarakatmanusia, tidak perduli pandangan pembuat hukum, dan tidak ada masyarakat yangberadab dapat mengabaikannya.Probity / kejujuran (menghargai hak milik orang lain) dan piety (sentiment of revulsion against the vountary infliction of suffering on others).
Membagi penjahat dalam empat kategori:
a.       Pembunuh
b.      Penjahat dalam kejahatan kekerasan
c.       Pencuri
d.      Penjahat seksual



            Aliran positif lahir pada abad ke-19 yang dipelopori oleh Casare Lombroso (1835-1909), Enrico Ferri (1856-1928), dan Raffaele Garofalo (1852-1934). Mereka menggunakan pendekatan metode ilmiah untuk mengkaji kejahatan dengan mengkaji karakter pelaku dari sudut pandang ilmu biologi, psikologi dan sosiologi dan objek analisisnya adalah kepada pelaku, bukan kejahatannya. Aliran positif berkembang pada abad ke-19 yang dihasilkan oleh perkembangan filsafat empirisme di Inggris sebagaimana yang ditemukan dalam ajaran Locke dan Flume, teori Darwin tentang Biological determinisme,teori sociological positivism dari Comte dan teori ekonomi Karl Marx. Akhirnya, perkembangan filsafat di atas membawa pengaruh bagi lahirnya paham behaviorism, experimental psychology, phychology dan objectivivity.
Aliran positif melihat kejahatan secara empiris dengan menggunakan metode ilmiah untuk mengonfirmasi fakta-fakta dilapangan dalam kaitannya dengan terjadinya kejahatan. Aliran ini beralaskan paham determinisme yang menyatakan bahwa seseorang melakukan kejahatan bukan berdasarkan kehendaknya karena manusia tidak mempunyai kehendak bebas dan dibatasi oleh berbagai factor, baik watak pribadinya, faktor biologis, maupun faktor lingkungan. Oleh karena itu pelaku kejahatan tidak dapat dipersalahkan dan dipidana, melainkan harus diberikan perlakuan (treatment) untuk re-sosialisasi dan perbaikan pelaku. Gerber dan McAnany menyatakan bahwa munculnya aliran treatment dalam ilmu pemidanaan sejalan dengan gerakan reformasi penjara. Melalui pendekatan kemanusiaan, maka paham ini melihat bahwa sistem pemidanaan pada masa lampau menyebabkan tidak adanya kepastian seseorang.
Jadi,aliran ini menolak pandangan adanya pembalasan berdasarkan kesalahan yang subjektif. Aliran positif melihat kejahatan bukan dari sudut pandang perbuatannya, melainkan pelakunya sendiri yang harus dilihat dan didekati secara nyata dan persuasif. Tujuan pendekatan pada pelaku ini adlah untuk memengaruhi pelaku kejahatan secara positif sepanjang masih dapat dibina dan diperbaiki.
Metode treatment sebagai pengganti pemidanaan sebagai mana yang dipelopori oleh aliran positif, menjadikan pendekatan secara medis menjadi model yang digemari dalam penologi dan kriminologi. Pengamatan mengenai bahaya sosial yang potensial dan perlindungan sosial menjadi standar dalam menjustifikasi suatu perbuatan, dari pada pertanggungjawaban moral dan keadilan.
Menurut Toby, perbaikan terhadap pelakuu kejahatan merupakan gelombang besar dari gerakan koformis yang dipengaruhi oleh tuntutan humanism dan menggunakan pendekatan keilmuwan dalam ilmu pemidanaan yang lebih konstruktif dari pada penghukum. Sebagian besar ari argument ini adalah penentangan terhadap pidanan mati, pidana penjara dan bentuk-bentuk lain dari pemidanaan dalam kepustakaan penjara singkat. Aliran ini secara tegas menyatakan bahwa pmidanaan (publishment) bertentangan dengan perbaikan (rehabilitation).
Aliran positif yang mengusung metode treatment sebagai tujuan pemidanaan menginspirasi lahirnya aliran Social Defence. Aliran ini berkembang setelah Perang Dunia II dengan tokohnya yang terkenal adalah Fillipo Gramatica, yang pada tahun 1945 mendirikan pusat study perlindungan masyarakat.


Referensi :
Wayne Morrison, Teoritis Kriminologi , Routledge, 1995, hlm. 126.
Muladi dan Barda Nawawi Arief, Teori-teori dan Kebijakan Hukum Pidanan, Alumni: Bandung, 1984.
opo santoso dan Eva Achjani Zulfa, Kriminologi, Grafindo Persada: Jakarta, 2005.
Tobung Mulya Lubis dan Alexander Lay, Konteroversi Hukuman Mati, Kompas: Jakarta,
Ninian Smart, Falsafah Dunia World Philosophies, Wangsa Maju: Kuala Lumpur, 2008.

Jawaban Presentasi IBD Kelompok 2



Q: Menurut kalian, Puisi karya SC Bachrie didasari oleh alasan penyajian puisi yang seperti apa?
A: Menurut Kami, alasan yang mendasari Puisi SC Bachrie adalah puisi dan keinsyafan atau kesadaran individu, Contohnya adalahh Puisi yang berjudul Idul Fitri

Q: bagaimana cara menangkap Makna dalam Prosa Fiksi?
A: baca dengan teliti kata kata yang digunakan, lalu analisis jenis prosanya berdasarkan pertimbangan prosa yang ada

Q: Puisi merupakan media bahasa yang artistik dan estetik, apa yang dimaksud dengan artistik dan estetik?
A: Artistik maksudnya membawakan puisi dengan kata kata yang penuh makna dan penuh penghayatan
Sedangkan Estetik maksudnya Puisi dibawakan dengan penuh penghayatan

Q: apa efek kesenian dan kaitan dengan ekspresi seni tersebut?
A: kesenian memberikan efek menenangkan, seperti musik klasik mempertajam pikiran, seni dan budaya membuat orang terhibur, tertawa dan bisa mengekspresika dirinya dengan leluasa yang akhirnya membawa pada kepuasan diri sendiri.

Q: kenapa Sejarah masuk ke dalam Prosa lama, sedangkan Sejarah adalah merupakan kejadian nyata dimasa lalu?
A: Sejarah yang masuk kedalam Prosa lama adalah Sejarah yang tidak seluruhnya benar, maksudnya adalah Sejarah yang telah berubah kebenarannya akibat efek dari perkembangan zaman, cerita dari orang orang terdahulu yang berangsur angsur berubah di setiap ceritanya sehingga fakta asli dari sejarah teersebut lamabat laun memudar dan jadilah sebuah Sejarah (tambo) yang masuk ke dalam Prosa Fiksi

Q: dengan banyak ditayangkannya sinetron sinetron dan film film yang tidak mendidik di layar kaca pada saat ini, bagaimana cara menangani anak anak di bawah umur untuk tidak menyaksikan film film tersebut dan kembali ke tontonan yang layak untuk anak pada umur mereka seperti dongeng contohnya?
A: semua bergantung pada orang tua si anak tersebut, Orang Tua harus menegaskan pada si anak untuk tidak menyaksikan film film yang tidak mendidik, memantau serta membatasinya, juga menyajikan dan membiasakan si anak untuk mendengar cerita dongeng, seperti membacakan dongeng sebelum tidur

Q: Puisi banyak mengandung kata konotatif, Contoh kata Konotatif?
A: Kata Konotatif, adalah kata yang yang bukan merupakan makna yang sebenarnya, Contoh Panjang Tangan (suka mencuri), Buah Tangan (oleh oleh) 

Q: apa pendapat kalian tentang penyimpangan kode etik penulisan prosa lama yang terdapat  pada buku pelajaran?
A: menurut kami, hal itu merupakan kesalahan dari pihak penerbit yang tidak melakukan penyuntingan pada buku yang diterbitkan, dan yang pastinya itu merupakan kesalahan dari si pengarang. Seharusnya si Pengarang dapat mempertanggung jawabkan apa yang ditulisnya, serta bisa diberikan teguran atau hukuman atas tulisannya tersebut.

Q: bagaimana cara mengeksplor budaya baru, tetapi secara tetap positif sehingga kebudayaan lama tetap bisa dilestarikan?
A:  mengeksplor budaya baru bukanlah masalah pada era globalisasi ini, yang harus diwaspadai adalah hilangnya kebudayaan lama akibat ditinggalkan dan tidak di lestarikan. Jadi, asalkan budaya lama tetap dilestarikan, tidak masalah mengseksplor budaya baru seperti apapun juga