Kamis, 22 Januari 2015

RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR KELOMPOK 9

Manusia dan Kegelisahan

A. Kegelisahan 
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas.

Macam-macam kegelisahan :
1. Kegelisahan negatif
    Kegelisahan yang berlebih-lebihan/yang melewati batas.
2. Kegelisahan positif
   Kegelisahan dalam arti yang baik digunakan sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam   memecahkan banyak permasalahan, sebagai tanda peringatan, kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tak terduga.
B. Sebab-sebab Orang Merasa Gelisah
Seseorang merasakan kegelisahan biasanya karena merasa tidak bisa melakukan sesuatu yang akan dikerjakannya pada masa depan. Rasa gelisah timbul ketika pikiran kita sudah dimasuki rasa negatif yg begitu tinggi akan sesuatu, sehingga rasa percayadiri akan hilang.

C. Usaha-usaha Mengatasi Kegelisahan
1. Kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapatberpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi.
2. Cara terbaik menyelesaikan masalah adalah dengan mencariakar masalah. Sehingga kegelisahan tidak mendatangkan banyak masalah.
3. Bisa dengan jalan intropeksi
intropeksi diri sangat diperlukan untuk membantumenghilangkan perasaan gelisah. Dengan adanya intropeksi diriseseorang akan mulai berfikir apa penyebab kegelisahannya danbagaimana cara menyelesaikan permasalahannya tanpaharus merasa gelisah.
4. Konsultasi.
Bisa dengan cara konsultasi kepada teman atau kepada seorangpsikolog untuk memberikan arahan dan saran untukmenyelesaikan ketidak pastiannya.
5. Berfikir logis.
Berpikir yang logis dapat memudahkan dalam menemukankeputusan.
6. Berserah diri kepada Tuhan.

D. Keterasingan
Terasing berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pegaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Keterasingan adalah bagian hidup manusia. 
Keterasingan disebabkan oleh dua faktor, yaitu :
- Faktor intern, atau fakor yang berasal dari dalam diri sendiri seperti merasa berbeda dengan orang lain, rendah diri dan bersikap apatis dengan lingkungan.
- Faktor ekstern, yaitu faktor yang berasal dari luar diri.

E. Kesepian
Definisi umum dari kesepian adalah ‘sendirian’, tidak ada yang menemani (alone). Sebenarnya, kesepian bukan sekedar kondisi ‘sendiri’, tapi lebih condong ke ‘rasa’. Perasaan kosong, sendiri, tidak diinginkan. Orang yang kesepian merasa ‘rindu’ untuk berinteraksi dengan orang lain. Jadi kesepian (loneliness) itu berbeda dengan kesendirian (being alone).
Penyebab kesepian : Tingkat kesepian yang tinggi diasosiasikan dengan kondisi fisik seseorang, tinggal sendiri, jejaring pergaulan yang terbatas dan kualitas relasi kuang baik.

Sebab lain yang akan menimbulkan perasaan kesepian adalah :
- Terpaku pada kenangan lama
- Penyesalan yang berkepanjangan

Dampak Kesepian
Beberapa studi menunjukkan adanya kaitan antara kesepian dan isolasi dari kehidupan sosial dengan beragam macam penyakit fisik, dari kanker, penyakit jantung, peradangan hingga gangguan daya tahan tubuh. Kesepian membuat level cortisol dan tekanan darah menjadi kacau dan memicu reaksi berlebihan yang menimbulkan stres.
Dampak negatif kesepian akan lebih besar pada anak-anak remaja dibandingkan dengan yang paruh baya. Itu sebabnya mengapa sering kita jumpai remaja yang merasa down dan bahkan depresi ketika mereka tersisihkan dari kelompoknya.

Tips Mengatasi Kesepian :
1. Tingkatkan rasa percaya diri.
2. Bergabung dengan beberapa kegiatan dalam komunitas
3. Berteman dengan orang yang punya sikap dan menganut nilai yang sejalan dengan anda.
4. Belajar untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.
5. Keluarlah dari kamar dan lakukan kegiatan di ruang publik meskipun tidak ada teman yang bisa menemani saat itu.
6. Kadang kala kita merasa rindu bukan dengan orangnya saja tapi juga dengan kegiatan yang dilakukan bersama orang tersebut.
7. Miliki binatang peliharaan.
8. Sediakan waktu untuk keluarga.
9. Pergunakan waktu luang anda untuk mempelajari keahlian baru

F. Ketidakpastian
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa  arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas.

Sebab-Sebab Terjadi  Ketidakpastian
1. Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita. Misalnya selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.
2. Phobia
lalah rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.
3. Kompulasi
lalah adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.
4. Histeria
lalah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.
5. Delusi
Menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. 
6. Halusinasi.
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera.
 7. Keadaan Emosi
Dalam keadaan tenentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya. 

G. Usaha-usaha Mengatasi Ketidakpastin
Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya.Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Andai kata penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan  yang paling baik bagi penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.






RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR KELOMPOK 8

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

A.     PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung Jawab adalah kesadaran manusia akan tingakah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung Jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jwab itu.
B.     Macam-macam Tanggung Jawab
1.      Tanggung Jawab terhadap diri sendiri
Kesadaran setiapa orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kemanusian mengenai dirinya sendiri.
2.      Tanggung Jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya.
3.      Tanggung Jawab terhadap masyarakat
Manusia adalah makhluk social, dari pernyataan tersebut bisa dikatakan bahwa manusia saling membutuhkan satu dengan yang lain. Dalam kehidupan sehari-hari juga manusia dituntut bertanggung jawab atas perilaku dan perkataannya terutama dalam bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lainnya agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
4.      Tanggung Jawab kepada bangsa/Negara
Setiap orang yang lahir dan tinggal tetap disuatu Negara disebut warga Negara. Sebagai warga Negara seseorang individu juga mempunyai tanggung jawab atas bangsa dan Negara nya. Sebagai warga Negara yang baik kita harus mengharumkan nama baik bangsa dan Negara. Dalam berpikir,, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh Negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
5.      Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia dibumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hokum-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan.
C.    Pengabdian dan Pengorbanan
Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
a.)    Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan.
b.)    Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu menagandung pamrih.

Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.

RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR KELOMPOK 7

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Pengertian Pandangan Hidup dan Ideologi
Ideologi adalah system pemikiran abstrak (tidak hanya sekedar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik.
Pandangan hidup adalah sikap manusia yang paling mendasar dalam menyikapi segala hal yang terjadi.
Hal-hal mendasar yang menghubungkan manusia dengan pandangan hidupnya
1.        Cita-cita
Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya. Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapai cita-citanya, pada umumnya dapat disebut yang diuntungkan dan menghambat.

2.      Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral,perbuatan yang sesuai dengan norma-norma adama dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk bermoral.

3.      Usaha
Usaha/ perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/ jasmani, atau dengan kedua-duanya. Bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan.

4.      Keyakinan atau Kepercayaan 
Keyakinan atau kepercayaan menjadi dasar pandangan hidup manusia yaitu suatu pemikiran yang mendalam terhadap sesuatu hal yang di anut kemudian menjadi pedoman hidup yang berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.

Langkah-langkah Berpandangan Hidup yang baik adalah
a.       Mengenal
b.      Mengerti
c.       Menghayati
d.      Meyakini
e.       Mengabdi


Minggu, 18 Januari 2015

RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR KELOMPOK 6

MANUSIA DAN KEADILAN


Keadilan
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan  W.J.S Poerwadarminta, adil berarti tidak berat sebelah atau tidak memihak manapun sewenang-wenang. Sedangkan keadilan menurut istilah adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.

Kecurangan
Kekurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya, atau memang dari hatinya orang tersebut sudah berbuat curang dengan maksud mendapatkan keuntungan tanpa ada usaha. Beberapa faktor yang menimbulkan kecurangan, antara lain :
a.       Faktor Ekonomi
Setiap orang berhak hidup layak dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai makhluk lemah, tempat salah dan dosa.  

b.      Faktor peradaban dan kebudayaan
Pergeeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani , hampir disetiap diri manusia.

c.       Teknis
Hal ini juga berperal dalam menentukan kebijakan. Terkadang kita masih saja membawa perasaan ketika menetapkan sebuah keadilan, walaupun sudah jelas nyata itu salah.

Pembalasan
Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat pembalasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yang penuh kecurigaan menimbvulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk social. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkungannyalah yang menyebabkanya. Perbuatan amoral pada hakikatnya perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibanya itu. Mempertahakn hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

Sabtu, 06 Desember 2014

RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR KELOMPOK 5

Manusia dan Penderitaaan
Pengertian penderitaan
Penderitaan berasal dari kata dhra yaitu menahan atau menanggung yang berasal dari Bahasa Sansekerta. Penderitaan mengandung arti menanggung atau menahan sesuatu yang tidak menyenangkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penderitaan itu adalah faktor internal dan faktor eksternal. Ekternal datangnya dari luar diri manusia sedangkan internal dari dalam diri manusia, faktor eksternal dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu eksternal murni dan eksternal tidak murni. Eksternal murni adalah penyebab yang benar-benar berasal dari luar diri manusia yang bersangkutan.

Hubungan Manusia dengan Penderitaan
a. Siksaan
Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan fisik maupun psikologis, yang sengaja dilakukan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme.
b. Penderitaan yang timbul akibat Bencana Alam
Penderitaan timbul akibat alam, namun bias juga dihubungkan karena ulah manusia sebagai contoh penderitaan adalah bencana banjir dan tanah longsor.

Penderitaan dan Perjuangan
Penderitaan pasti pernah dialami oleh setiap individu. Namun, jika individu tersebut tudak mencoba berjuang untuk bangkit dari keterpurukan, hanya depresi dan ketakutan yang akan terus dirasakan. Tetapi jika ingin berjuang untuk bangkit dari keterpurukan atau tidak, itu tergantung dari yang mengalami penderitaan itu sendiri. Walaupun tidak mudah nagkit pasti akan dapat terlepas dari dampak penderitaan tersebut.

Apa saja Pengaruh Terjadinya Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang diperoleh dapat berupa sikap yang positif maupun sikap yang negatif. Sikap positif adalah sikap yang optimis mengatasi penderitaan hidup. Sedangkan sikap negatif adalah sikap pesimis dalam mengatasi penderitaan yang telah dialaminya.
Siksaan bersifat psikis :
1. Kebimbangan
2. Ketakutan
3. Kesepian

 F. Kekalutan mental
Kekalutan mental adalah gangguan jiwa. Gejalanya :
1. Jasmani sering merasakan pusing, sesak nafas, nyeri pada lambung.
2. Jiwanya terasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.

Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1.  Nampak pada jasmani maupun rohani.
2.  Usaha untuk mempertahankan diri dengan cara yang negatif.

Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1.  Pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan.
2. Terjadi konflik sosial budaya.
3. Kepribadian yang lemah.

Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. Orang yang terlalu mengejar materi
2. Anak-anak usia muda.
3. Wanita
4. Kota-kota besar
5. Kurang iman

Bagaimana Cara Mengatasi Penderitaan
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup. Bahwa manusia ditakdirkan hidup bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga untuk menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, melainkan harus berusaha mengatasi kesulitan hidup. Jika ingin berjuang untuk bangkit dari keterpurukan atau tidak, itu tergantung dari yang mengalami penderitaan itu sendiri. Walaupun tidak mudah untuk bangkit dari penderitaan, namun jika terus berjuang, terus mencoba untuk bangkit pasti akan dapat terlepas dari dampak penderitaan tersebut.

Sebab-sebab Terjadinya Penderitaan :
a. Penderitaan yang timbul akibat penyakit, siksaan/azab Tuhan.
b. Penderitaan yang timbul akibat perbuatan buruk manusia.



Jumat, 28 November 2014

RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR KELOMPOK 4

N I L A I  E S T E T I K
Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Masalahnya sekarang ialah : apakah nilai estetik itu? dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti kebethargaan (worth) atau kebaikan (goodness).
Nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan obyektif, Tetapi penggolongan yang penting ialah:
1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.
Teori estetika keindahan menurut Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art” dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu bersifat subjektif adanya,  yakni karena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri.
2. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan bersifat objektif adanya, yakni karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek.
3. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi.

D.   Hubungan Manusia dengan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga kita perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan identik dengan kebenaran. Karena itu hanya tiruan lukisan Monalisa yang tidak indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep dalam seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.
Manusia yang menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman  keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.

E.   Cara untuk Mengetahui Suatu Keindahan
1. Renungan
Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu sarna lain berbeda, meskipun obyek yang direnungkan sama, lebih pula apabila obyek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek. 
Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah:

A.  TEORI PENGUNGKAPAN
Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” (seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.

B.  TEORI METAFISIK
Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dan teori seni.

C.  TEORI PSIKOLOGIS
Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Misalnya berdasaikan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman.

2. Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi, dari kata dasar rasi artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok sesuai atau kena mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang.
Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ahli berpendapat bahwa keindahan ialah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal.

3.Kehalusan
Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik budi bahasanya, beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus.
Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang-orang yang sedang emosi, bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yang sedang bermusuhan. Oleh karena itu kehalusan dapat menunjukan nilai keindahan seseorang dan sikap kasar bisa mengurangi nilai keindahan dari seseorang.

4. Kontemplasi dan Ekstansi
Kontemplasi adalah suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai makna, manfaat, dan tujuan, atau niat hasil penciptaan.



RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR KELOMPOK 3

PENGERTIAN CINTA KASIH

Cinta kasih adalah perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Dengan denikian dua kata cinta dan kasih memiliki arti tersendiri. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih bersumber dari cinta yang mendalam. Cinta sendiri member arti memiliki peranan penting dalam suatu kehidupan, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan. Cinta juga bisa diartikan dalam arti lain yaitu pengikat yang kokoh antara manusia dan tuhannya sehingga manusia menyembah tuhan dengan ikhlas, dan mematuhi perintahnya.
Dalam buku seni mencintai karya Erich Fromm bahwa cinta itu memberi, bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan, dan yang terpenting dalam hal member adalah yang manusiawi. Kalau diamati secara seksama bahwasanya dalam hal cinta sudah sepatutnya kita memberi, memeberi disini maksudnya adalah semua yang ada pada kita dan dia sedang membutuhkan kita maka kita akan selalu ada untuknya. Dengan kata lain saling membutuhkan satu sama lain
Cinta adalah makna yang tersirat dalam hati, sedangkan kasih makna yang tersurat dalam perbuatan, karena kasih lebih memiliki arti rasa belas kasihan dan rasa ingin melindungi. Dengan adanya kasih cintapun semakin sempurna. Karena kata cinta dan kasih tidak bisa dipisahkan. Rasa saling membutuhkan, rasa saling memiliki, dan rasa saling mengasihi. Semuanya ada pada diri manusia yang memiliki rasa cinta dan kasih.

CINTA MENURUT AJARAN AGAMA

Cinta Menurut Agama Islam

Cinta secara bahasa merupakan perasaan suka sekali dan senang sekali. Cinta secara istilah merupakan rasa kasih sayang yang muncul dari lubuk hati yang terdalam untuk rela berkorban, tanpa mengharap imbalan apapun, dan dari siapapun kecuali imbalan yang datang dan diridhai Allah.
Hal tersebut telah di jelaskan di dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat ke 24 yang artinya :
“Jika bapa-bapa(pembesar dan nenek moyang), anak-anak, saudara-saudara,istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cinta daripada Allah dan Rasul-NYA dan dari berjihad di jalan-NYA, Maka tunggulaah sampai Allah mendatangkan keputusan (azab)-NYA, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” (Q.S At-Taubah,9:24)

 Cinta Menurut Agama Hindu

Agama Hindu adalah agama Wahyu dan agama alami. Oleh karena itu, ia adalah agama Cinta Kasih. Agama yang amat luwes, agama yang berdasarkan pada Cinta Kasih, agama yang memiliki tujuan Cinta Kasih, dan juga agama yang dijalankan di dalam Cinta Kasih. Agama Hindu amat mementingkan pengembangan cinta kasih bukan hanya kepada sesama umat manusia tetapi kepada sesama makhluk hidup. Cinta kasih kepada sesama anggota keluarga, kepada sesama umat manusia tidak dipandang sebaga cinta kasih yang istimewa. Kesadaran bahwa seluruh dunia adalah sebuah keluarga besar sangat membantu orang untuk mengembangkan cinta kasih universal ini.

KASIH SAYANG
Kasih sayang adalah satu istilah yang konotatif, dan tidak denotatif. Akan tetapi ia tidak akan muncul dan berkembang tanpa adanya kehendak sesuatu pihak yang memberikannya. Sebelum kita memberi kasih sayang kepada orang lain, sayangilah diri anda sendiri terlebih dahulu dengan mencerminkan akhlak dan moral yang baik.

KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata dasar 'mesra', yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan bakatnya.

BELAS KASIHAN
Belas kasih adalah kebajikan di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian 

CINTA KASIH EROTIS
Cinta erotis adalah kehausan akan penyatuan sempurna akan penyatuan dengan yang lainnya. Keinginan untuk bersatu dan berteman dengan lawan jenis, untuk menghilangkan sepi atau untuk menenangkan suatu naluri seksual.  Cinta ini terjadi antara dua orang anak manusia berlainan jenis, yang ingin menyatukan diri mereka untuk mengisi kekosongan hidup dan sebagai teman hidup dalam mengarungi bahtera kehidupan.