Kamis, 22 Januari 2015

RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR KELOMPOK 10

Manusia dan Harapan

I. Pengertian Harapan dan Cita-cita
A. PENGERTIAN HARAPAN.

Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh, manusia wajib selalu brdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.

2.  Apa sebab manusia mempunyai harapan?
Penyebab manusia mempunyai harapan adalah dorongan kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Dorongan kodrat adalah sifat,keadaan atau pembawaan alamiah sejak manusia di ciptakan. Dorongan itulah yang menyebabkan manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup dan untuk memenuhinya manusia harus bekerja sama dengan orang lain.

Tidak hanya orang yang masih hidup saja yang mempunyai harapan,orang yang sudah meninggal pun mempunyai harapan,biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli waris nya.Tentang besar kecilnya harapan seseorang dapat di tentukan oleh kepribadian orang itu sendiri.Untuk itu dengan memiliki kepribadian yang kuat kita akan dapat mengontrol harapan se efektif dan se efisien mungkin sehingga hasilnya tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain untuk masa kini dan masa yang akan datang.

3.  Pengertian Doa

Doa adalah permohonan kepada Tuhan yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya. Dengan berdoa manusia diajarkan tentang satu hal, bahwa sebagai makhluk Tuhan kita memiliki sangat banyak kekurangan dan kelemahan, tanpa bantuan sang Khalik kita tidak akan bisa memahami setiap kejadian di muka bumi ini.

4.       Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan sesuatu kebenaran. Kepercayaan ialah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Kebenaran menurut Peodjawiyatna adalah merupakan cita – cita orang yang tahu, dalam hal ini kebenaran merupakan kebenaran logis, sehingga manusia selalu memilih sebelum melakukan tindakan apakah tindakan ini salah atau benar menurut keyakinannya.


5. Kepercayaan Dan Usaha Meningkatkannya

Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
• Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
• Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karna ucapannya.
• Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir, Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan)
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rakyat).
• Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya. Oleh karcna itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan
konsekuensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.

Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi dan lingkungan. Usaha itu antara lain :

1.  Selalu berpikir Positif dengan berpikir positif disini kita dapat memikirkan sesuatu dengan perasaan yang baik dan bisa meningkatkan kepercayaan diri karena dengan positive thinking kita akan selalu berprasangka baik terhadap diri kita.
2.   Kenali diri anda dan sesuaikan diri dengan lingkungan.Dengan mengenali diri anda sendiri anda mengetahui bagaimana kekurangan dan kelebihan pada diri dan jadikan itu semua sebagai bagian dari diri anda yang harus diterima.
3. Terimalah segala kekurangan anda dan jangan jadikan itu penghalang untuk maju.Setiap manusia pasti punya kekurangan dan kelebihan tinggal bagaimana kita menerima itu Semua sebagai bagian dari diri kita yang harus disyukuri.
4.  Yakinlah dengan kemampuan yang anda punya. Dengan kita yakin terhadap kemampuan kita sendiri maka kita akan percaya diri bahwa setiap Usaha itu akan bernilai dan kita juga punya nilai lebih dengan segala usaha yang kita punya.
5.   Perbanyaklah teman dan saling berbagi cerita,informasi,dan ilmu. Dengan kita punya banyak teman kita akan lebih percaya diri karena teman itu bisa kita jadikan Tempat berbagi cerita,informasi,dan ilmu.
6.   Rapihkan Penampilan dan jaga tutur kata serta perilaku dengan penampilan yang rapih akan memcerminkan bahwa anda layak dihargai karena anda menghargai diri sendiri dengan penampilan anda yang enak dipandang. Selain penampilan anda juga harus menjaga tutur kata dan perilaku agar anda disukai dan dihargai oranglain sehingga Kepercayaan diri itu akan tumbuh dengan sendirinya.





RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR KELOMPOK 9

Manusia dan Kegelisahan

A. Kegelisahan 
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas.

Macam-macam kegelisahan :
1. Kegelisahan negatif
    Kegelisahan yang berlebih-lebihan/yang melewati batas.
2. Kegelisahan positif
   Kegelisahan dalam arti yang baik digunakan sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam   memecahkan banyak permasalahan, sebagai tanda peringatan, kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tak terduga.
B. Sebab-sebab Orang Merasa Gelisah
Seseorang merasakan kegelisahan biasanya karena merasa tidak bisa melakukan sesuatu yang akan dikerjakannya pada masa depan. Rasa gelisah timbul ketika pikiran kita sudah dimasuki rasa negatif yg begitu tinggi akan sesuatu, sehingga rasa percayadiri akan hilang.

C. Usaha-usaha Mengatasi Kegelisahan
1. Kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapatberpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi.
2. Cara terbaik menyelesaikan masalah adalah dengan mencariakar masalah. Sehingga kegelisahan tidak mendatangkan banyak masalah.
3. Bisa dengan jalan intropeksi
intropeksi diri sangat diperlukan untuk membantumenghilangkan perasaan gelisah. Dengan adanya intropeksi diriseseorang akan mulai berfikir apa penyebab kegelisahannya danbagaimana cara menyelesaikan permasalahannya tanpaharus merasa gelisah.
4. Konsultasi.
Bisa dengan cara konsultasi kepada teman atau kepada seorangpsikolog untuk memberikan arahan dan saran untukmenyelesaikan ketidak pastiannya.
5. Berfikir logis.
Berpikir yang logis dapat memudahkan dalam menemukankeputusan.
6. Berserah diri kepada Tuhan.

D. Keterasingan
Terasing berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pegaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Keterasingan adalah bagian hidup manusia. 
Keterasingan disebabkan oleh dua faktor, yaitu :
Faktor intern, atau fakor yang berasal dari dalam diri sendiri seperti merasa berbeda dengan orang lain, rendah diri dan bersikap apatis dengan lingkungan.
Faktor ekstern, yaitu faktor yang berasal dari luar diri.

E. Kesepian
Definisi umum dari kesepian adalah ‘sendirian’, tidak ada yang menemani (alone). Sebenarnya, kesepian bukan sekedar kondisi ‘sendiri’, tapi lebih condong ke ‘rasa’. Perasaan kosong, sendiri, tidak diinginkan. Orang yang kesepian merasa ‘rindu’ untuk berinteraksi dengan orang lain. Jadi kesepian (loneliness) itu berbeda dengan kesendirian (being alone).
Penyebab kesepian : Tingkat kesepian yang tinggi diasosiasikan dengan kondisi fisik seseorang, tinggal sendiri, jejaring pergaulan yang terbatas dan kualitas relasi kuang baik.

Sebab lain yang akan menimbulkan perasaan kesepian adalah :
- Terpaku pada kenangan lama
- Penyesalan yang berkepanjangan

Dampak Kesepian
Beberapa studi menunjukkan adanya kaitan antara kesepian dan isolasi dari kehidupan sosial dengan beragam macam penyakit fisik, dari kanker, penyakit jantung, peradangan hingga gangguan daya tahan tubuh. Kesepian membuat level cortisol dan tekanan darah menjadi kacau dan memicu reaksi berlebihan yang menimbulkan stres.
Dampak negatif kesepian akan lebih besar pada anak-anak remaja dibandingkan dengan yang paruh baya. Itu sebabnya mengapa sering kita jumpai remaja yang merasa down dan bahkan depresi ketika mereka tersisihkan dari kelompoknya.

Tips Mengatasi Kesepian :
1. Tingkatkan rasa percaya diri.
2. Bergabung dengan beberapa kegiatan dalam komunitas
3. Berteman dengan orang yang punya sikap dan menganut nilai yang sejalan dengan anda.
4. Belajar untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.
5. Keluarlah dari kamar dan lakukan kegiatan di ruang publik meskipun tidak ada teman yang bisa menemani saat itu.
6. Kadang kala kita merasa rindu bukan dengan orangnya saja tapi juga dengan kegiatan yang dilakukan bersama orang tersebut.
7. Miliki binatang peliharaan.
8. Sediakan waktu untuk keluarga.
9. Pergunakan waktu luang anda untuk mempelajari keahlian baru

F. Ketidakpastian
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa  arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas.

Sebab-Sebab Terjadi  Ketidakpastian
1. Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita. Misalnya selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.
2. Phobia
lalah rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.
3. Kompulasi
lalah adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.
4. Histeria
lalah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.
5. Delusi
Menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. 
6. Halusinasi.
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera.
 7. Keadaan Emosi
Dalam keadaan tenentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya. 

G. Usaha-usaha Mengatasi Ketidakpastin
Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya.Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Andai kata penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan  yang paling baik bagi penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.






RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR KELOMPOK 8

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

A.     PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung Jawab adalah kesadaran manusia akan tingakah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung Jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jwab itu.
B.     Macam-macam Tanggung Jawab
1.      Tanggung Jawab terhadap diri sendiri
Kesadaran setiapa orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kemanusian mengenai dirinya sendiri.
2.      Tanggung Jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya.
3.      Tanggung Jawab terhadap masyarakat
Manusia adalah makhluk social, dari pernyataan tersebut bisa dikatakan bahwa manusia saling membutuhkan satu dengan yang lain. Dalam kehidupan sehari-hari juga manusia dituntut bertanggung jawab atas perilaku dan perkataannya terutama dalam bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lainnya agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
4.      Tanggung Jawab kepada bangsa/Negara
Setiap orang yang lahir dan tinggal tetap disuatu Negara disebut warga Negara. Sebagai warga Negara seseorang individu juga mempunyai tanggung jawab atas bangsa dan Negara nya. Sebagai warga Negara yang baik kita harus mengharumkan nama baik bangsa dan Negara. Dalam berpikir,, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh Negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
5.      Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia dibumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hokum-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan.
C.    Pengabdian dan Pengorbanan
Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
a.)    Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan.
b.)    Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu menagandung pamrih.

Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.

RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR KELOMPOK 7

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Pengertian Pandangan Hidup dan Ideologi
Ideologi adalah system pemikiran abstrak (tidak hanya sekedar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik.
Pandangan hidup adalah sikap manusia yang paling mendasar dalam menyikapi segala hal yang terjadi.
Hal-hal mendasar yang menghubungkan manusia dengan pandangan hidupnya
1.        Cita-cita
Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya. Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapai cita-citanya, pada umumnya dapat disebut yang diuntungkan dan menghambat.

2.      Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral,perbuatan yang sesuai dengan norma-norma adama dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk bermoral.

3.      Usaha
Usaha/ perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/ jasmani, atau dengan kedua-duanya. Bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan.

4.      Keyakinan atau Kepercayaan 
Keyakinan atau kepercayaan menjadi dasar pandangan hidup manusia yaitu suatu pemikiran yang mendalam terhadap sesuatu hal yang di anut kemudian menjadi pedoman hidup yang berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.

Langkah-langkah Berpandangan Hidup yang baik adalah
a.       Mengenal
b.      Mengerti
c.       Menghayati
d.      Meyakini
e.       Mengabdi


Minggu, 18 Januari 2015

RANGKUMAN ILMU BUDAYA DASAR KELOMPOK 6

MANUSIA DAN KEADILAN


Keadilan
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan  W.J.S Poerwadarminta, adil berarti tidak berat sebelah atau tidak memihak manapun sewenang-wenang. Sedangkan keadilan menurut istilah adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.

Kecurangan
Kekurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya, atau memang dari hatinya orang tersebut sudah berbuat curang dengan maksud mendapatkan keuntungan tanpa ada usaha. Beberapa faktor yang menimbulkan kecurangan, antara lain :
a.       Faktor Ekonomi
Setiap orang berhak hidup layak dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai makhluk lemah, tempat salah dan dosa.  

b.      Faktor peradaban dan kebudayaan
Pergeeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani , hampir disetiap diri manusia.

c.       Teknis
Hal ini juga berperal dalam menentukan kebijakan. Terkadang kita masih saja membawa perasaan ketika menetapkan sebuah keadilan, walaupun sudah jelas nyata itu salah.

Pembalasan
Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat pembalasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yang penuh kecurigaan menimbvulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk social. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkungannyalah yang menyebabkanya. Perbuatan amoral pada hakikatnya perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibanya itu. Mempertahakn hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.